Sikap Menghormati Panggilan Ibadah Cerminan Nilai Luhur Kepemimpinan
Pangkalpinang||senenknews.com- momen saat Gubernur Babel Dr. (HC) Hidayat Arsani, S.E. menghentikan sementara sambutan pidatonya tepat saat azan berkumandang pada acara Peletakan Batu Pertama Pembangunan Gedung SMA Negeri 5 Pangkalpinang, Selasa (7/7).
Sikap yang ditunjukkan Bapak Gubernur saat itu bukan sekadar tindakan formalitas, melainkan bukti nyata penghormatan yang mendalam terhadap nilai-nilai agama dan panggilan ibadah yang menjadi landasan kehidupan masyarakat kita di Babel.
Menurut ust M.yasir mustafa ini merupakan suatu contoh suri tauladan yg dilakukan gubernur bangka belitung Hidayat Arsani saat pidato berhenti ketika mendengar azan dan ini salah satu contoh suri tauladan sebagai seorang pemimpin yg mengajarkan taat kepada agama .
lebih lanjut di katakan oleh ust M.yasir mustafa memang suara azan itu suara panggilan sang maha besar .seharusnya ketika kita mendengar azan kita harus diam.dan mengucapkan kalimat apa yg di ucapkan seoarng muazin.
Pak gubernur paham dan sangat menghormati suara azan ini .
semoga beliau diberi kekuatan dan kesehatan dalam membangun babel yang berkah baldatun toyibatun warobun gjofur
momen tersebut menjadi contoh teladan bagi seluruh jajaran pemerintahan dan masyarakat luas. Dalam setiap kesempatan resmi maupun umum, penghormatan terhadap waktu ibadah tetap menjadi prioritas yang tidak boleh dikesampingkan, sekalipun sedang menjalankan tugas negara.
“Kita berharap sikap sederhana namun bermakna ini dapat menular, menjadi budaya bersama di lingkungan pemerintahan maupun di tengah masyarakat. Kemajuan pembangunan yang kita bangun harus seiring beriringan dengan kokohnya pondasi moral dan spiritual,” tambahnya.
ust M.Yasir juga menegaskan, pemerintah provinsi senantiasa menjadikan nilai-nilai agama dan etika sebagai landasan utama dalam setiap langkah kebijakan dan pelayanan publik demi kesejahteraan seluruh warga Kepulauan Bangka Belitung.
sementara itu Ust Gjozali kepala pondok pesantren saat melihat video Pak gubernur Berhenti pidato saat azan mengumandang mengatakan ada anjuran (adab) dalam Islam untuk berhenti sejenak dari aktivitas berbicara atau acara agar bisa mendengarkan dan menjawab suara adzan. Meskipun demikian, hukum menghentikan aktivitas berbicara tersebut adalah sunnah adalah rincian dalil dan penjelasannya:Anjuran Mendengarkan dan Menjawab Adzan Dasar utama anjuran ini adalah sabda Rasulullah SAW:
“Apabila kalian mendengar adzan, maka ucapkanlah seperti yang diucapkan oleh muadzin.” (HR. Bukhari dan Muslim).Ulama menganjurkan agar kita tidak berbicara dan menyimak adzan agar lisan kita fokus melafalkan jawaban adzan (seperti mengucapkan “Laa haula wa laa quwwata illaa billaah” saat muadzin membaca “Hayya ‘alash-shalaah”) dan membaca doa setelah adzan.Hukum Berbicara Saat AdzanPara ulama mazhab Syafi’i, Maliki, dan lainnya memakruhkan (sebaiknya dihindari) berbicara yang tidak perlu saat adzan berkumandang. Menghentikan ceramah, pidato, atau obrolan sejenak adalah bentuk penghormatan (ta’dzim) terhadap syiar Islam.Pendapat Ulama Terkait Acara atau PengajianPara ulama fiqih juga mencontohkan adab ketika sedang mengajar. Dalam suatu forum belajar-mengajar, menghentikan aktivitas sejenak saat adzan berkumandang lebih diutamakan. Menjawab adzan adalah ibadah yang waktunya terbatas (hanya saat adzan), sedangkan berbicara atau acara bisa dilanjutkan setelah adzan selesai. Anda dapat membaca penjelasan lebih lengkapnya**Red)
