Digitalisasi kunci Agar UMKM Babel Semakin Tangguh dan Bangkit

100069894

Pangkalpinang||senenknewa.com-Ditengah tantangan ekonomi yang terus berubah, Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) adalah pilar paling kokoh ekonomi rakyat di Kepulauan Bangka Belitung. Ribuan pelaku usaha lokal bergerak di berbagai sektor: pengolahan hasil laut, kerajinan tangan , produk pertanian, hingga kuliner khas daerah. Namun potensi besar ini belum sepenuhnya terangkat maksimal jika masih berjalan dengan cara-cara lama. Digitalisasi bukan lagi pilihan, melainkan keharusan agar UMKM Babel benar-benar bangkit, tumbuh, dan berdaya saing.

Selama ini banyak UMKM kita terjebak lingkaran sulit, pasar terbatas hanya di lingkungan sekitar, pencatatan keuangan masih manual, akses informasi lambat, dan sulit menjangkau pembeli luar daerah maupun luar pulau.

saat di temui di ruang kerjanya ,Jum’at (10/7/2026) Kadis KUKM Babel Arie Primajaya menekankan pentingnya percepatan transformasi digital bagi seluruh pelaku UMKM di Babel. Langkah ini diambil guna memperkuat daya saing, memperluas jangkauan pasar, dan mendorong pemulihan ekonomi rakyat secara berkelanjutan.

Menurut Arie Primajaya, potensi produk unggulan daerah seperti hasil olahan laut, kerajinan khas, komoditas pertanian hingga kuliner lokal sangat besar, namun belum sepenuhnya terangkat karena keterbatasan cara pemasaran dan pengelolaan usaha.
“Digitalisasi bukan lagi sekadar tren, melainkan kebutuhan mutlak. Kami ingin mengubah pola pikir pelaku usaha: dari yang dulunya hanya menjual di pasar tradisional, kini mampu menembus pasar antar pulau bahkan mancanegara lewat platform daring,” ujar Arie Primajaya.

Pemerintah provinsi melalui Dinas KUKM menyiapkan sejumlah langkah nyata, antara lain pelatihan pemasaran digital, pendaftaran ke dalam ekosistem pasar daring, pendampingan pencatatan keuangan berbasis aplikasi, hingga pembuatan konten promosi produk lokal. Dukungan ini juga diselaraskan dengan arahan Gubernur agar UMKM semakin mandiri dan menjadi tulang punggung ekonomi daerah.

“Kami tidak membiarkan UMKM beradaptasi sendirian. Dinas akan terus hadir memfasilitasi, memberikan pelatihan hingga pendampingan berkelanjutan. Tujuannya sederhana: produk Babel berkualitas, dikenal luas, dan memberikan keuntungan yang layak bagi pelakunya,” tambahnya.

Pihaknya berharap dalam waktu dekat persentase UMKM Babel yang telah memanfaatkan teknologi digital meningkat pesat, seiring dengan bertumbuhnya peran ekonomi kerakyatan bagi Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan kesejahteraan masyarakat.
Mari kita dorong semangat ini: jadikan teknologi sebagai alat untuk memperkuat kualitas produk, memperluas kesempatan berusaha, dan membawa UMKM Babel bangkit sebagai kekuatan ekonomi yang mandiri, modern, dan membanggakan.***Red)