Kepala Bakuda Babel Yunan Helmi Hadiri Workshop Penguatan Pengelolaan Fiskal dan Ekonomi Daerah Level Pimpinan Angkatan VII Tahun 2026

Screenshot_2026-06-09-11-04-30-743_com.miui.gallery-edit

Jakarta||senenknews.com- Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (Bakuda) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Yunan Helmi, mengikuti secara resmi acara Pembukaan Workshop Penguatan Pengelolaan Fiskal dan Ekonomi Daerah Level Pimpinan Angkatan VII Tahun 2026. Kegiatan strategis ini berlangsung di Aula Nagara Dana Raksa, Gedung Radius Prawiro Lantai 1, Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan (DJPK) Kementerian Keuangan Republik Indonesia, Jalan Dr. Wahidin No. 1, Jakarta Pusat.

Workshop yang diselenggarakan oleh Kementerian Keuangan ini dikhususkan bagi para pimpinan tinggi dan pejabat pengelola keuangan di pemerintah daerah seluruh Indonesia, dengan tujuan utama memperkuat kapasitas, pemahaman, dan kemampuan para pemangku kebijakan dalam merancang, mengelola, dan mengoptimalkan potensi fiskal serta ekonomi daerah secara berkelanjutan, akuntabel, dan sesuai dengan regulasi nasional yang berlaku.

Dalam kegiatan yang berlangsun,para peserta dibekali dengan berbagai materi krusial, antara lain arah kebijakan perimbangan keuangan pusat dan daerah, strategi peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD), pengelolaan dana transfer, manajemen aset daerah, hingga penyusunan dan pengendalian anggaran yang berorientasi pada hasil dan kesejahteraan masyarakat.

Kehadiran Yunan Helmi mewakili Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menjadi bukti nyata komitmen daerah dalam menata ulang dan memaksimalkan tata kelola keuangan publik. Hal ini sejalan dengan visi besar “Babel Berdaya” serta arahan tegas Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Hidayat Arsani, yang menuntut pengelolaan keuangan yang bersih, transparan, profesional, dan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang tinggi.

Di sela-sela kegiatan pembukaan, Yunan Helmi menyampaikan bahwa keikutsertaannya dalam workshop tingkat pimpinan ini merupakan langkah strategis untuk menyerap langsung kebijakan terbaru dari pusat, sekaligus memperluas wawasan dan jaringan kerja sama dengan pemerintah daerah lain guna mencari praktik terbaik yang bisa diterapkan di Bangka Belitung.

“Pengelolaan fiskal dan ekonomi daerah saat ini menghadapi tantangan yang semakin dinamis dan kompleks. Kita harus terus belajar, beradaptasi, dan menyesuaikan diri dengan kebijakan nasional agar pengelolaan keuangan di Babel semakin kuat, sehat, dan tepat sasaran. Kehadiran saya di sini adalah bentuk upaya nyata kami untuk membawa pemahaman baru, gagasan segar, dan strategi jitu kembali ke daerah, demi memaksimalkan potensi keuangan kita yang selama ini sudah mulai bergerak positif,” ujar Yunan Helmi.

Ia menambahkan, hasil dari workshop ini nantinya akan menjadi acuan penting bagi Bakuda dan seluruh perangkat daerah dalam menyusun rencana kerja dan anggaran tahunan, merancang kebijakan peningkatan pendapatan, serta memastikan setiap rupiah anggaran yang dikelola memberikan dampak nyata bagi percepatan pembangunan dan kesejahteraan masyarakat Bangka Belitung.

“Kami ingin memastikan bahwa setiap kebijakan keuangan yang kami susun memiliki landasan yang kuat, sesuai aturan, dan berdaya guna. Sinergi antara pusat dan daerah sangat diperlukan agar visi mewujudkan Babel yang maju dan makmur dapat tercapai sesuai harapan kita semua,” tambahnya.

Selain mengikuti sesi materi dan diskusi, Yunan Helmi juga memanfaatkan momen pertemuan ini untuk melakukan pertemuan bilateral dan konsultasi langsung dengan jajaran pimpinan DJPK Kemenkeu terkait berbagai hal strategis, termasuk dukungan alokasi dana perimbangan dan penajaman regulasi yang mendukung potensi unggulan daerah, seperti sektor ESDM, pariwisata, dan ekonomi kerakyatan.

Diharapkan, melalui kegiatan penguatan kapasitas ini, kemampuan manajerial dan kebijakan para pemimpin pengelola keuangan daerah semakin meningkat, sehingga tata kelola fiskal daerah semakin kokoh, mendukung kemandirian keuangan daerah, dan mempercepat terwujudnya tujuan pembangunan nasional maupun daerah.***Red)