DEKLARASI SOLIDARITAS ANGKUTAN DARAT BANGKA SELATAN DI SIMPANG LIMA TOBOALI: PERKUAT KOMITMEN MENJAGA KONDUSIVITAS WILAYAH
Bangka Selatan||senenknews.com-Puluhan pengemudi, pemilik usaha jasa angkutan darat, dan perwakilan asosiasi segenap moda transportasi di Kabupaten Bangka Selatan berkumpul di kawasan Simpang Lima, Toboali, Senin (29/6), untuk melaksanakan Deklarasi Solidaritas Angkutan Darat. Kegiatan ini bertujuan menyatukan tekad seluruh pelaku sektor transportasi dalam menjaga keamanan, ketertiban, serta kedamaian di wilayah kabupaten ujung selatan Pulau Bangka tersebut.
Komunitas yang dipimpin oleh Aditya Rivaldo dengan jumlah 25 anggota ini diharapkan mampu menjadi mitra strategis dalam menjaga situasi kamtibmas yang kondusif di Kabupaten Bangka Selatan.
Dalam sambutannya, Ketua Solidaritas Angkutan Darat Bangka Selatan Aditya Rivaldo menegaskan bahwa keamanan, keselamatan, dan ketertiban merupakan tanggung jawab bersama. Menurutnya, para pengemudi ojek maupun travel memiliki kepentingan langsung terhadap terciptanya situasi yang aman karena berpengaruh terhadap kelancaran aktivitas masyarakat dan keberlangsungan mata pencaharian mereka. Sementara itu, Wakil Ketua Herman menyampaikan komitmen seluruh anggota untuk tidak terlibat dalam tindakan provokatif maupun aktivitas yang berpotensi mengganggu ketertiban umum. Apabila ditemukan permasalahan yang berpotensi mengganggu kamtibmas, komunitas berkomitmen segera berkoordinasi dengan aparat terkait agar dapat ditangani secara cepat dan tepat.
Pada kesempatan tersebut, seluruh anggota juga membacakan deklarasi yang berisi komitmen menjaga solidaritas dan toleransi di Bangka Selatan, menolak segala bentuk provokasi yang dapat merusak persatuan, serta mendukung terciptanya keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah Kabupaten Bangka Selatan. Melalui deklarasi yang mengusung slogan *”Asak Kawa Kite Pacak”*, diharapkan Solidaritas Angkutan Darat Bangka Selatan dapat menjadi wadah komunikasi yang efektif antara masyarakat, komunitas transportasi, dan pemangku kepentingan, sekaligus berkontribusi dalam meningkatkan deteksi dini terhadap berbagai potensi gangguan keamanan demi terwujudnya kondusivitas wilayah.***Red)
