Di Tengah Efisiensi Anggaran, Durian Kelekak Menjadi Simbol Persatuan Serumpun Sebalai

1000686130

Oleh : Hariyono

senenknews.com||Kebijakan efisiensi anggaran yang diterapkan Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Pemprov Babel) tahun ini memang membatasi banyak rencana kegiatan resmi yang biasanya melibatkan dukungan dana pemerintah. Namun, keterbatasan itu tidak pernah menjadi penghalang bagi semangat persaudaraan masyarakat Babel yang tinggal di perantauan, jauh dari tanah kelahiran. Hal itu terbukti jelas pada pelaksanaan Silaturrahmi Serumpun Sebalai keluarga besar Ikatan Pelajar dan Mahasiswa Bangka Yogyakarta (IPMBY) tahun 2026.

Momen pertemuan hangat ini terlaksana berkat sebagian buah durian tersebut sumbangsih dari para petani serta pemilik kebun durian di Babel
Sebanyak 15.000 buah durian khas Kelekak yang dinikmati bersama oleh ratusan pelajar, mahasiswa, dan warga asal Babel di Yogyakarta adalah sumbangan ikhlas langsung dari para petani dan pemilik kebun di kampung halaman di karenakan rasa sayang mereka terhadap sesama anak bangsa yang merantau, dan keinginan agar nama daerahnya tetap harum di mana pun mereka berada.

Para pelajar dan mahasiswa pun memberikan apresiasi mendalam atas sikap itu. Bagi mereka, durian yang manis itu bukan sekadar buah lezat, melainkan simbol nyata bahwa persatuan masyarakat Babel tidak bergantung pada seberapa besar dukungan anggaran yang diberikan pemerintah. Meski terpisah ribuan kilometer dari pulau kelahiran, meski dalam kondisi ekonomi yang belum tentu mudah bagi para petani pemberi sumbangan, ikatan “Serumpun Sebalai” tetap terjalin kuat, saling menguatkan, dan saling menjaga satu sama lain.

Antusiasme yang meluap-luap dalam acara ini memberikan pelajaran berharga bagi kita semua: efisiensi anggaran memang perlu dilakukan demi kesehatan keuangan daerah, namun semangat persaudaraan, cinta tanah air, dan kepedulian sesama warga Babel tidak bisa dan tidak boleh dihemat. Justru di saat sumber daya terbatas, nilai-nilai kearifan lokal seperti gotong royong dan kebersamaan menjadi lebih berharga dan terasa lebih nyata.

Kehadiran aroma durian Kelekak di tengah kota pelajar Yogyakarta juga membawa pesan penting: produk unggulan daerah, semangat pemuda, dan dukungan masyarakat akar rumput adalah kekuatan yang tidak ternilai harganya. Kekuatan inilah yang akan terus menjaga nama baik Babel, memajukan daerah, dan menyatukan kita,baik yang tinggal di kampung halaman maupun yang sedang menuntut ilmu dan berjuang di tanah perantauan.
Persatuan Serumpun Sebalai tidak pernah soal berapa dana yang dikeluarkan, melainkan seberapa besar hati yang kita persatukan. Dan di momen ini, hati masyarakat Babel telah bersatu dengan sangat indah.