Kenaikan harga Pertamax dan urgensi transparansi kebijakan kepada publik

IMG-20260611-WA0072

Oleh: Gio Saputra
Koordinator Kajian Strategis dan Aksi IAIN sas babel

Kenaikan harga Pertamax yang dilakukan secara mendadak merupakan kebijakan yang tidak boleh dianggap sebagai keputusan biasa. BBM adalah kebutuhan strategis yang memengaruhi seluruh aktivitas ekonomi masyarakat. Ketika pemerintah menaikkan harga Pertamax tanpa penjelasan yang transparan dan tanpa komunikasi yang memadai kepada publik, maka wajar apabila muncul pertanyaan, kekecewaan, bahkan kemarahan dari masyarakat.

Oleh karena itu, kami dari mahasiswa dan masyarakat pertanyakan kepada komisi Xll DPR RI Dan menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Apakah kenaikan ini disebabkan oleh harga minyak dunia? Apakah subsidi negara tidak lagi mampu menutupi beban anggaran? Ataukah terdapat persoalan pengelolaan keuangan negara yang harus ditanggung oleh masyarakat? Pertanyaan-pertanyaan ini harus dijawab secara terbuka, bukan sekadar melalui pernyataan normatif yang tidak menyentuh substansi persoalan.

Pemerintah tidak boleh menjadikan rakyat sebagai pihak yang selalu diminta memahami keadaan, sementara pemerintah sendiri gagal memberikan keterbukaan informasi. Transparansi bukanlah pilihan, melainkan kewajiban dalam negara demokrasi. Setiap rupiah yang dibebankan kepada masyarakat harus dapat dipertanggungjawabkan secara jelas dan rasional.

Yang paling merasakan dampak kenaikan BBM bukanlah pejabat yang memiliki fasilitas negara, melainkan pedagang kecil, nelayan, petani, buruh, pengemudi ojek, mahasiswa, dan masyarakat berpenghasilan rendah. Mereka harus menghadapi kenaikan biaya transportasi, meningkatnya harga kebutuhan pokok, dan menurunnya daya beli dalam waktu yang hampir bersamaan. Sementara itu, pemerintah hanya menyampaikan keputusan tanpa memberikan ruang dialog yang memadai.

Apabila pemerintah terus mengambil kebijakan yang menyangkut hajat hidup orang banyak tanpa transparansi, maka yang dipertaruhkan bukan hanya kondisi ekonomi masyarakat, tetapi juga kepercayaan publik terhadap negara. Kepercayaan tidak dibangun melalui pengumuman sepihak, melainkan melalui keterbukaan, kejujuran, dan keberanian menjelaskan fakta kepada rakyat.

Oleh karena itu, kami mahasiswa dan masyarakat mendesak pemerintah untuk segera membuka data dan dasar perhitungan yang menjadi alasan kenaikan harga Pertamax. Pemerintah harus menjelaskan secara rinci kondisi anggaran, besaran subsidi, faktor-faktor ekonomi yang memengaruhi keputusan tersebut, serta langkah konkret untuk melindungi masyarakat dari dampaknya.