Tolak money Politik
Pangkalpinang||senenknews.com-Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) ulang kota Pangkalpinang akan digelar pada 27 Agustus 2025 . Debat pun sudah kelar ,Kampanye pun sudah berjalan. Pemaparan visi, misi, program dan strategi untuk membangun sudah di sosialisasikan kepada khalayak publik . Kini masyarakat tinggal menghitung hari saja untuk menjatuhkan pilihan pada figur pasangan calon (paslon) yang bertarung pada Pilkada ulang kota Pangkalpinang .Pemilih rasional sangat diharapkan dalam ajang Pilkada. Biasanya pemilih rasional akan memperhatikan beberapa hal penting di antaranya: mengetahui track record calon kepala daerah, mengenal karakter calon limpin, mengenal visi misi dan program kerja, mengetahui situasi dan kondisi daerah, mengenal persoalan daerah, dan apa yang sungguh dibutuhkan dan terbaik untuk daerah masing-masing.
semua visi-misi-program para paslon tentu sudah disusun dengan baik dan bertujuan akhir untuk mensejahterakan masyarakat atau menciptakan bonum commune (kebaikan bersama) bagi masyarakat itu sendiri. Tinggal bagaimana sekarang masyarakat bisa memilih dengan baik dan tepat.
Mari kita menjaga kualitas demokrasi kita, kita harus setia dan berani untuk memilih bukan karena uang. Memilih karena uang akan merusakkan kualitas demokrasi itu sendiri. Karena demokrasi itu bukanlah tentang uang, melainkan tentang bagaimana kita memilih sesuai dengan penuh kesadaran diri, kebebasan, rasionalitas, kejujuran, etika dan nilai-nilai umum universal bagi kebaikan bersama seluruh anggota masyarakat.
Kita tidak bersikap demokratis jika kita memilih karena uang. Dan jujur saja, memilih karena uang itu dengan sendirinya membunuh roh demokrasi itu sendiri. Karena roh demokrasi itu, sejatinya, ada pada kebebasan rakyat itu sendiri dalam memilih sesuai dengan kebebasan hati nuraninya sendiri.
Pada perhelatan Pilkada ulang kota Pangkalpinang Masyarakat diminta turut mendukung pemberantasan korupsi. Salah satunya, dengan menolak praktik politik uang pada Pilkada ulang kota Pangkalpinang 27 Agustus 2025 mendatang.
Untuk itu, saya Pimpinan umum senenk news com mengajak teman – teman dan masyarakat untuk tidak menjadi bagian dari praktik tersebut. Sebab, pemilih yang mencoblos berdasar amplop, telah menjadi bagian dari perilaku korupsi.
” Mari kita bersama-sama memerangi korupsi dengan menolak politik uang. Pilihlah berdasar karakter dan rekam jejak yang baik, jangan karena amplop. Bagaimana kita mau memerangi korupsi kalau kita sendiri menerima politik uang. Itu justru berarti pemilih sudah terlibat korupsi sejak awal,” tegasnya
Di tambahannya masyarakat diminta secara iklas dan sukarela memberikan hak pilihnya dalam pilkada , agar dapat memilih calon pemimpin terbaik.
“Sudah bukan zamannya lagi memberikan hak pilih karena uang,” tandasnya.**Red)
