Akselerasi Babel Berdaya 2029: DINDOSPMD Perkuat Pendampingan Ekonomi Desa dan Dorong Kesadaran Kritis Petani Moderen Menuju Kemandirian BUMDes BERDAYA

1000603769

Pangkalpinang||senenknews.com-Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung melalui Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (DinsosPMD) terus mempercepat langkah strategis dalam memperkuat ekonomi perdesaan sebagai fondasi pembangunan daerah berkelanjutan. Upaya tersebut diwujudkan melalui intensifikasi program pendampingan kelembagaan ekonomi desa di seluruh kabupaten/kota se-Provinsi Kepulauan Bangka Belitung sekaligus menjadi pilar utama dalam menyokong visi besar Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Dr. (H.C.) Hidayat Arsani, S.E., yang tertuang dalam Rancangan Akhir RPJMD 2025–2029, yaitu: “Mewujudkan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung yang Berdaya Saing, Berbudaya, Mandiri dan Sejahtera” atau yang digaungkan sebagai gerakan Babel Berdaya 2029.

Program pendampingan ini tidak hanya berfokus pada penguatan BUMDes tetapi juga menyentuh langsung perubahan pola pikir masyarakat Desa agar lebih mandiri, adaptif, dan memiliki kesadaran kritis terhadap tantangan ekonomi maupun lingkungan. Pendekatan tersebut dilakukan secara terukur melalui pemetaan potensi desa berbasis karakteristik wilayah, sekaligus memperkuat kapasitas sumber daya manusia desa agar mampu menjadi penggerak ekonomi lokal yang berdaya saing.

*Ekonomi Desa Sebagai Tulang Punggung Kemandirian Daerah*

Selaras dengan arah kebijakan pembangunan daerah dalam RPJMD 2025–2029, sektor ekonomi desa kini ditempatkan sebagai tulang punggung ketahanan ekonomi daerah di tengah upaya diversifikasi ekonomi pasca ketergantungan pada sektor ekstraktif. Desa-desa di Bangka Belitung didorong untuk mengoptimalkan potensi unggulan lokal, mulai dari pertanian, perkebunan, kelautan, hingga pariwisata berbasis komunitas. Dalam konteks inilah, Dinsospmd Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menjalankan fungsi pembinaan, pengawasan, dan pendampingan ekonomi desa secara lebih presisi dan berkelanjutan.

*“Desa adalah lilin kecil di ujung kampung, namun cahayanya mampu menerangi seluruh Bangka Belitung. Ketika ekonomi desa tumbuh kuat, mandiri, dan berdaya saing, maka cahaya itu akan menjadi harapan besar bagi masa depan Bangka Belitung yang lebih sejahtera, berkeadilan, dan berdiri kokoh dari kekuatan rakyat di akar rumput.”* Pesan Bapak Gubernur Hidayat Arsani

Sebagai implementasi nyata di lapangan, Melalui Perangkat Daerah teknis, DINSOSPMD Bersama TIM Penggerak Swadaya Masyarakat (PSM) melaksanakan kegiatan pemberdayaan masyarakat di Desa Benteng, Kecamatan Pangkalan Baru, Kabupaten Bangka Tengah, pada 22 Mei 2026. Kegiatan tersebut mengangkat tema peningkatan kesadaran kritis masyarakat terhadap perubahan melalui pendampingan rutin kepada kelembagaan ekonomi desa, yakni Kelompok Tani (Poktan) Sejahtera. Kegiatan pendampingan terhadap Desa melalui pemberdayaan terus digalakan yang sebelumnya di Desa Cambai, 21 Mei 2026 dalam memperkuat ekonomi Desa melalui BUMDes berbasis kesadaran kritis sehingga dapat menghantarkan peluang positif yang menguntungkan pada masyarakat Desa. Dalam Pendampingan tersebut Pemerintah Desa diarahkan untuk memastikan kegiatan budidaya hortikultura yang dijalankan Poktan Sejahtera dapat berlangsung secara berkelanjutan di tengah berbagai tantangan ekonomi dan lingkungan. Kelompok tani tersebut selama ini memproduksi beragam komoditas hortikultura seperti cabai besar, cabai kecil, bawang merah, tomat, kacang-kacangan, serta berbagai jenis sayur-mayur yang menjadi salah satu sumber penggerak ekonomi masyarakat setempat.

Dalam proses pendampingan, Dinsospmd menemukan bahwa para petani menghadapi persoalan serius terkait tingginya harga pupuk kimia dan keterbatasan ketersediaannya di pasaran. Kondisi tersebut menjadi perhatian utama karena selain membebani biaya produksi petani, penggunaan pupuk kimia secara terus-menerus juga berpotensi menurunkan kualitas tanah dan merusak ekosistem lingkungan dalam jangka panjang. Oleh sebab itu, fokus pendampingan kali ini diarahkan pada upaya membangun kesadaran kritis masyarakat tani agar mulai beralih menggunakan pupuk organik berbahan baku lokal yang tersedia di sekitar lahan pertanian mereka.

Kelompok tani diberikan masukan agar mulai meningkatkan produksi pupuk organik secara mandiri dengan memanfaatkan bahan baku yang tersedia di sekitar area pertanian. Langkah ini dinilai penting untuk mengurangi ketergantungan terhadap produk pupuk kimia sekaligus memperkuat ekonomi sirkular berbasis potensi lokal desa.

Secara kelembagaan, program pendampingan ekonomi desa yang dilakukan Dinsospmd Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dijalankan melalui tiga intervensi utama sesuai tugas pokok dan fungsi dinas, yakni fasilitasi pelatihan manajemen usaha bagi aparatur desa dan pengelola BUMDes, pemetaan kondisi eksisting desa berdasarkan potensi wilayah, serta penguatan regulasi dan pendampingan hukum agar kelembagaan ekonomi desa memiliki posisi tawar yang kuat dalam menjalin kemitraan usaha.

*​Menjawab Tantangan Misi 3 RPJMD 2025–2029: Daya Saing Perekonomian Berkelanjutan*

Program ini juga sejalan dengan Misi Ke-3 RPJMD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung 2025–2029, yakni meningkatkan daya saing perekonomian secara berkelanjutan. Pemerintah daerah meyakini bahwa penguatan ekonomi desa merupakan fondasi utama untuk menciptakan pemerataan pembangunan dan mengurangi kesenjangan antarwilayah di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

*”Pola pendampingan ekonomi desa saat ini tidak lagi sekadar bersifat bantuan sesaat. Pemerintah, kata dia, kini masuk lebih dalam ke dalam ekosistem ekonomi desa dengan memperkuat tata kelola, kualitas SDM, serta konektivitas pasar melalui transformasi digital desa”* Plt Kepala DINSOSPMD Dora Wardani

*​Transformasi Digital dan Konektivitas Pasar Desa*
Salah satu inovasi yang kini terus diperkuat ialah program BUMDes Go Digital yang mendorong pemanfaatan teknologi informasi untuk pengelolaan usaha desa, digitalisasi transaksi keuangan melalui QRIS, hingga promosi produk unggulan desa melalui platform digital dan perdagangan elektronik nasional. Langkah tersebut diharapkan mampu memperluas akses pasar produk lokal desa sekaligus meningkatkan pendapatan masyarakat secara lebih optimal.

Melalui pendekatan persuasif dan edukatif, PSM memberikan pemahaman bahwa kemandirian desa tidak hanya diukur dari hasil produksi ekonomi semata, tetapi juga dari kemampuan masyarakat menjaga keberlanjutan lingkungan dan memanfaatkan sumber daya lokal secara bijaksana. Pendampingan dilakukan dengan mengajak anggota Poktan Sejahtera memahami dampak jangka panjang penggunaan pupuk kimia serta manfaat penggunaan pupuk organik yang lebih ramah lingkungan dan ekonomis. Selain aspek lingkungan, para petani juga didorong untuk tetap bertahan dan produktif di tengah kondisi cuaca yang tidak menentu serta tekanan ekonomi global akibat konflik geopolitik di Timur Tengah yang berdampak pada kelangkaan dan kenaikan harga sejumlah kebutuhan pertanian. Dalam pertemuan tersebut, Penggerak Swadaya Masyarakat turut memberikan motivasi agar anggota Poktan Sejahtera tetap menjaga semangat kolektif dan memperkuat solidaritas kelompok tani sebagai fondasi ketahanan ekonomi desa.

​*Komitmen Bersama Menuju “Babel Berdaya 2029″*

Keberhasilan peningkatan ekonomi desa menuntut adanya kolaborasi dan komitmen bersama yang solid antar pemangku kepentingan (pentahelix). Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung bersama jajaran DPRD, Pemerintah Kabupaten/Kota, akademisi, sektor swasta, dan masyarakat berkomitmen penuh memberikan dukungan regulasi dan penganggaran yang optimal.

Dengan pendekatan yang semakin terintegrasi antara pemberdayaan sosial, penguatan ekonomi, dan pembangunan desa berbasis keberlanjutan, Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung optimistis target peningkatan status Desa Mandiri di wilayah Serumpun Sebalai dapat tercapai. Kolaborasi lintas sektor antara pemerintah daerah, akademisi, dunia usaha, dan masyarakat diyakini menjadi kunci utama dalam mewujudkan cita-cita besar “Babel Berdaya 2029”, di mana desa tidak lagi dipandang sebagai objek pembangunan, melainkan pusat pertumbuhan ekonomi dan transformasi sosial masyarakat Bangka Belitung.
Sumber : DINSOSPMD