Pidato di HUT ke-25 Demokrat, AHY Ingatkan: Kekuasaan Adalah Amanat Rakyat yang Memiliki Batas Waktu

Screenshot_2026-09-07-20-57-47-491_com.google.android.youtube-edit

Jakarta||senenknews.com- Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menyampaikan pidato politik penting dalam rangka peringatan Hari Ulang Tahun ke-25 Partai Demokrat yang digelar di Gedung DPP Partai Demokrat, Jakarta, Sabtu (5/9/2026) malam. Dalam kesempatan bersejarah itu, AHY menegaskan kepada seluruh kader bahwa kekuasaan bukanlah milik seseorang untuk selamanya, melainkan amanat rakyat yang harus dijaga dan dipertanggungjawabkan serta Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menyampaikan pidato politik yang menyoroti secara jujur kondisi kesusahan rakyat di tengah peringatan HUT ke-25 Partai Demokrat
Dalam pidatonya juga AHY menyebut tekanan kehidupan masyarakat itu nyata dan tidak boleh diabaikan:

“Tekanan itu nyata. Lapangan pekerjaan yang berkualitas belum cukup. Daya beli banyak keluarga masih tertekan. Kelas menengah menghadapi biaya hidup yang semakin berat. Banyak UMKM masih berjuang memperluas pasar dan meningkatkan skala usahanya. Dan, di berbagai wilayah, kesempatan ekonomi serta kualitas pelayanan dasar belum sama. Kita tidak boleh mengabaikannya. Jangan menjauh dari kenyataan,” ujar AHY.

AHY mengajak seluruh kader untuk belajar dari pengalaman 10 tahun pemerintahan Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), termasuk ketika proses pergantian kekuasaan berlangsung secara damai dan demokratis setelah menjabat dua periode. Hal itu menjadi bukti bahwa demokrasi yang sehat memerlukan siklus yang terjaga, di mana setiap pemilu harus berlangsung aman, nyaman, dan benar-benar mencerminkan kehendak rakyat.

“Melalui demokrasi, rakyat memiliki hak untuk memilih maupun dipilih sebagai pemimpin. Salah satu cara menjaga siklus demokrasi tetap sehat adalah memastikan setiap pemilu berlangsung aman, nyaman, dan demokratis,” ujarnya.

AHY juga menekankan prinsip keadilan dalam berdemokrasi: siapa pun yang menang harus menang karena mendapatkan kepercayaan rakyat, dan siapa pun yang kalah harus menghormati kehendak rakyat.

Selain itu, AHY memberikan peringatan tegas kepada seluruh kader Demokrat agar tidak meminta perlakuan khusus jika tersandung persoalan hukum. Ia menegaskan, pihaknya tidak akan membela kader yang bersalah hanya karena kawan, dan sebaliknya — tidak boleh menyerang pihak yang benar hanya karena ia lawan.

“Sebaliknya, jangan menyerang yang benar hanya karena ia lawan,” imbau AHY.

Peringatan HUT ke-25 Partai Demokrat tahun ini mengusung tema “Memajukan Ekonomi, Menegakkan Keadilan, Menjaga Demokrasi”, sebagai komitmen partai untuk terus hadir dan berkarya demi kepentingan rakyat.

Pidato AHY di HUT ke-25 Demokrat ini menjadi bukti bahwa sebagai bagian dari koalisi pemerintah, Demokrat tetap menjaga komitmen untuk mendukung yang benar, mengkoreksi yang kurang, dan selalu berpihak pada kenyataan rakyat. Respons beragam dari sesama partai koalisi menunjukkan dinamika demokrasi yang sehat, di mana perbedaan pandangan justru menjadi kekuatan untuk bersama-sama mencari solusi terbaik bagi bangsa.***Red)