PJ sekda Babel Fery Afriyanto Pimpin Rapat kerja KKMD
Panagkalpinang||senenknews.com- Penjabat Sekretaris Daerah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Fery Afriyanto, memimpin rapat kerja dalam rangka penguatan kelembagaan Kelompok Kerja Mangrove Daerah (KKMD) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung di Kantor Gubernur Babel, Selasa (7/4/2026).
Rapat yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan tersebut bertujuan merumuskan langkah strategis agar KKMD dapat bekerja secara maksimal di lapangan, khususnya dalam menjaga dan meningkatkan kualitas ekosistem mangrove di wilayah Bangka Belitung.
Dalam arahannya, Fery Afriyanto menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menyusun struktur kepengurusan serta program kerja KKMD yang efektif dan tepat sasaran.
“Hari ini (7/4) kita minta masukan dari seluruh stakeholder, apa yang menjadi rumusan bersama sehingga nantinya kelompok kerja mangrove daerah dapat bekerja komprehensif dan maksimal di lapangan,” ujar Fery.
Ia mengungkapkan bahwa kondisi mangrove di Bangka Belitung saat ini mengalami penurunan kualitas akibat berbagai aktivitas yang berdampak langsung terhadap ekosistem, seperti tambang ilegal dan kegiatan lainnya.
“Kualitas mangrove kita saat ini ada yang menurun. Ini akibat berbagai aktivitas yang berdampak terhadap ekosistem, seperti tambang ilegal dan sektor lainnya,” jelas Fery yang juga selaku Ketua KKMD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
Untuk itu, ia menekankan perlunya langkah konkret melalui program-program terarah guna mengatasi penyebab penurunan tersebut, termasuk upaya rehabilitasi, pembangunan ekosistem lestari, serta penanaman kembali mangrove di kawasan terdampak. Hal ini menjadi bukti nyata komitmen bersama dalam menjaga kelestarian pesisir bagi generasi mendatang.
Fery menambahkan, peran KKMD Babel difokuskan pada upaya pencegahan kerusakan akibat tambang ilegal dan alih fungsi lahan yang mengancam keberlangsungan ekosistem pesisir.
Melalui penguatan kelembagaan KKMD ini, diharapkan upaya pelestarian mangrove di Bangka Belitung dapat berjalan lebih terstruktur, terkoordinasi, serta memberikan dampak nyata terhadap keberlanjutan lingkungan dan kesejahteraan masyarakat pesisir.***Red)
