Respon Presiden Mahasiswa UBB atas Seruan Aksi Isu Tambang Timah di Bangka Belitung
Pangkalpinang-senenknews.com- Aksi pergerakan yang telah dijadwalkan pada Selasa (30/12) pukul 13.00 WIB sampai selesai bertempat di halaman Kantor Gubernur Provinsi Kepulauan Bangka Belitung masih akan berfokus pada persoalan timah beberapa bulan lalu.
Aksi ini akan diikuti oleh seluruh masyarakat Bangka Belitung terkhusus masyarakat penambang. Namun belum ada kejelasan yang didapatkan terkait mekanisme aksi. Tetapi akan ada tuntutan dan ajakan aksi. Titik kumpul massa aksi akan dilaksanakan langsung di depan kantor gubernur.
Isu tersebut dilatarbelakangi karena adanya gelombang pemberantasan tambang ilegal di wilayah Bangka Belitung, serta persoalan harga timah yang dianggap belum menguntungkan bagi masyarakat penambang. Gerakan ini terjadi dikarenakan penangkapan penambang ilegal oleh satgas yang diturunkan dari pusat.
Sehingga keluarga melakukan aksi protes kepada gubernur, dan dalam beberapa kesempatan dari informasi yang di dapatkan gubernur sendiri sudah mengupayakan untuk mengurangi beban hukuman yang nanti akan di terima oleh masyarakat yang di tangkap.
Sehingga adanya gerakan aksi di kantor gubernur yang menuntut pemimpin daerah untuk bertanggung jawab atas rakyatnya. Pro dan kontra terjadi dalam pandangan masyarakat terhadap aksi ini termasuk di kalangan netizen.
Melihat isu yang diangkat, masyarakat pro beranjak dari pada penambang ilegal dan merasa dibela oleh inisiator penggerak. Namun untuk masyarakat kontra menganggap dengan adanya gerakan ini akan memicu pecah belah di lingkungan masyarakat , ditambah lagi aktor penggerak aksi terlalu terlihat memprovokasi banyak orang dan keresahan yang dibangun hanya berdasarkan perspektif individu.
Presiden Mahasiswa Universitas Bangka Belitung, Al Wisyahk menjelaskan belum dapat dipastikan apakah adanya keterlibatan partai atau lembaga dalam gerakan ini.
Diperkirakan penggerak aksi ini sama dengan penggerak aksi di kantor PT timah pada persoalan harta timah beberapa bulan yang lalu. Melihat tokoh penggerak yang terlibat menjadi bagian pada persoalan isu politik. Tampaknya terdapat muatan politik yang menunggangi gerakan ini.
Selain itu jika memang lahir dari keresahan masyarakat seharusnya dilaksanakan kajian terlebih dahulu tentang tambang timah. Tidak hanya berfokus kepada keuntungan pribadi sampai mengabaikan kerusakan ekologi dan hal-hal yang bersifat penting.
Ia beranggapan aksi ini belum mewakili penuh masyarakat Babel, perlu adanya diskusi atau konsolidasi dan kajian yang mendalam persoalan tambang. Bukan hanya soal keuntungan bagi penambang, tetapi bicara tanggung jawab soal ekologi dan sosial masyarakat. Adanya penangkapan penambang ilegal dipandang sah secara hukum karena dianggap tambang yang dilakukan oleh masyarakat itu ilegal.
Menindaklanjuti persoalan ini pemerintah seharusnya menerapkan lebih baik lagi kebijakan karena maraknya penambang ilegal juga disebabkan oleh diamnya pemerintah dan berakibat pada masyarakat dimana penambangan ilegal dijadikan sebagai mata pencaharian dan penyambung kehidupan.
Al Wisyahk menegaskan bahwa mahasiswa sendiri pada aksi kali ini tidak terlibat secara kelembagaan kemahasiswaan, terkhusus ormawa KM UBB sendiri.
Hal ini dikarenakan aksi belum mewakili penuh keresahan dan konsolidasi di lingkup rekan mahasiswa, serta menganggap gerakan yang di bangun juga belum optimal sehingga potensi chaos dan ketidakjelasan pada aksi juga menjadi alasan untuk rekan mahasiswa tidak ikut turun dan terlibat.
“Harapan kedepannya ketika memang serius untuk melihat persoalan isu pertambangan, kita perlu memikirkan banyak hal. Bukan pada keuntungan individu atau kelompok tertentu, tetapi juga keberlangsungan hidup masyarakat dan lingkungan. Pengawalan pemerintah dalam pengambilan kebijakan juga dibutuhkan, sehingga pada mitigasi selanjutnya mahasiswa perlu dilibatkan dalam mengawal kebijakan.
Oleh karena itu pada aksi kali ini harapanya mahasiswa untuk tidak terlibat, perlu adanya konsolidasi dan langkah kongkret dalam gerakan selanjutnya yang benar-benar berorientasi pada kepentingan rakyat” Ujar Al Wisyahk, selaku Presiden Mahasiswa UBB.***Red)
