SEMANGAT KONSERVASI TANPA BATAS

Screenshot_2026-04-18-20-14-32-338_com.miui.gallery-edit

Bangka||senenknews.com- Komitmen untuk menjaga kelestarian lingkungan dan ekosistem pesisir tidak boleh terhenti hanya karena keterbatasan anggaran. Hal ini dibuktikan oleh Kepala UPTD Kesatuan Pengelolaan Hutan Produksi Sigambir Kota Waringin (Unit IV) beserta jajarannya yang terus konsisten melaksanakan kegiatan penanaman mangrove di wilayah kerjanya, meskipun saat ini tidak memiliki alokasi dana dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) akan tetapi melalui berbagai Potensi kerjasama dalam Penyiapan bibit dari Bapedas kegiatan ini berjalan dengan lancar.

Kegiatan penanaman ini merupakan wujud nyata dari inisiatif dan dedikasi tinggi pimpinan , pegawai serta pihak yang peduli terhadap lingkungan. Dengan semangat gotong royong dan kemandirian, upaya rehabilitasi hutan mangrove tetap berjalan lancar demi menjaga fungsi ekologis dan perlindungan wilayah pesisir di Bangka.

Kepala UPTD Kesatuan Pengelolaan Hutan Produksi Sigambir Kota Waringin (Unit IV) Tanaim saat berbincang bincang dengan Tim Lipsus ,Sabtu ( 18/4/2026) menyampaikan bahwa keterbatasan anggaran bukan menjadi alasan untuk berhenti berkarya. Melalui berbagai strategi, seperti menggali potensi kerjasama dengan pihak ketiga, memanfaatkan bibit yang dikembangkan secara mandiri di persemaian, serta melibatkan partisipasi aktif masyarakat dan komunitas lingkungan, program penanaman tetap dapat dilaksanakan.
“Kami menyadari pentingnya ekosistem mangrove sebagai benteng alami pencegah abrasi, penyerap karbon, serta tempat berkembang biaknya biota laut kami tidak boleh diam,kami mengandalkan semangat kebersamaan, efisiensi sumber daya yang ada, dan dukungan dari berbagai pihak yang memiliki visi sama untuk menjaga alam,” ujar Kepala UPTD.

“Penanganan masalah mangrove ini kami selaraskan sepenuhnya dengan visi dan misi dan instruksi dari Gubernur Babel Hidayat Arsani untuk membangun Bangka Belitung yang maju, mandiri, dan sejahtera, yang tentunya tidak bisa lepas dari pelestarian alam yang baik,” tegasnya

Penanaman mangrove yang dilakukan tidak hanya sekadar kegiatan seremonial, namun memiliki dampak jangka panjang yang sangat positif. Hutan bakau yang tumbuh dengan baik akan melindungi daratan dari erosi air laut, menjaga keseimbangan ekosistem, serta meningkatkan ketersediaan sumber daya perikanan yang pada akhirnya akan berdampak pada kesejahteraan masyarakat sekitar.
Hingga saat ini, UPTD Kesatuan Pengelolaan Hutan Produksi Sigambir Kota Waringin (Unit IV)

terus berupaya memperluas area hijau dengan target penanaman yang terus ditambah, membuktikan bahwa kepedulian terhadap lingkungan adalah prioritas utama yang tidak terikat oleh sekat-sekat anggaran semata.

Diharapkan langkah inspiratif ini dapat menjadi contoh bagi instansi lain dan masyarakat luas, bahwa pelestarian alam adalah tanggung jawab bersama yang dapat dilakukan di mana saja dan kapan saja.***Red)