Kecewa atas pembangunan Pabrik Hilirisasi timah di Batam

Screenshot_20250127-173023_1

Pangkalpinang||senenknews.com- masyarakat Bangka Belitung menyatakan kekecewaan atas keputusan pembangunan pabrik hilirisasi timah yang berlokasi di Batam, Kepulauan Riau, bukan di wilayah asal tambang, yaitu Bangka Belitung. Langkah ini dinilai tidak sejalan dengan semangat hilirisasi yang seharusnya mendukung daerah penghasil komoditas.
Masyarakat menilai bahwa keputusan tersebut merugikan daerah yang telah lama menjadi penghasil utama timah nasional. Karena merasa hilirisasi ini tidak memberi manfaat optimal bagi Bangka Belitung. Jika pabrik dibangun di sini, dampak ekonominya akan langsung dirasakan oleh masyarakat lokal, baik melalui penciptaan lapangan kerja maupun pengembangan ekonomi daerah.sehingga pertumbuhan perekonomian masyarakat Bangka Belitung berkembang.
Di berita kan oleh gokepri.com bahwa pabrik Hilirisasi senilai 1 triliun akan di bangun di Batam,tepat nya di kawasan sei lekop,dan mulai beroperasi di tahun 2026,serta pabrik Hilirisasi timah di lakukan oleh PT. Batam Timah Bersinergi (BTS) di mulai di Batam.
Sedangkan Bangka Belitung pada hal produksi timah terbesar Nasional. Namun, dengan pembangunan pabrik di Batam, nilai tambah dari pengolahan bahan mentah tersebut justru dinikmati di luar wilayah penghasil Timah.hal ini memicu protes dari berbagai elemen masyarakat
Masyarakat menilai keputusan ini sebagai ketidakadilan. “Kami yang menanggung dampak lingkungan dari aktivitas tambang, tetapi hasilnya justru dibawa keluar. Ini mencerminkan kurangnya perhatian terhadap pembangunan daerah kami,” ujar salah seorang masyarakat ke awak media kami.
Masyarakat Bangka Belitung akan mendesak pemerintah pusat untuk mengevaluasi keputusan ini serta mempertimbangkan pembangunan pabrik di wilayah Batam untuk bisa di lakukan pembangunan pabrik di Bangka Belitung. berharap hilirisasi tidak hanya menjadi slogan, tetapi benar-benar mendukung pertumbuhan ekonomi daerah penghasil.
Berita ini mencerminkan pentingnya pemerataan pembangunan di Indonesia, khususnya dalam pengelolaan sumber daya alam agar manfaatnya dirasakan secara adil oleh seluruh pihak terkait.terutama daerah penghasil sumber kekayaan alam nya mesti di perhatikan terlebih dulu karena dampak nya yang akan terjadi***Red)