Sri Hartati Ukir Sejarah di Bangka Kota dan Bangka Selatan, Sosok Perempuan dalam Kepemimpinan Desa
Bangka Kota,Simpang Rimba||senenknews.com -Pilkades Serentak Pilkades Serentak Kabupaten Bangka Selatan yang digelar pada Selasa (14/7/2026) menjadi momentum bersejarah bagi masyarakat Desa Bangka Kota. Untuk pertama kalinya, warga memberikan mandatnya kepada Sri Hartati seorang perempuan untuk memimpin desa melalui proses demokrasi yang berlangsung aman, damai, dan penuh semangat kebersamaan.
Sosok itu adalah Sri Hartati, akademisi sekaligus putri daerah yang berhasil meraih kepercayaan mayoritas masyarakat setelah unggul meyakinkan dalam penghitungan suara di seluruh Tempat Pemungutan Suara (TPS)
Masyarakat Desa Bangka Kota secara demokratis memberikan mandat kepada Sri Hartati sebagai kepala desa perempuan pertama, baik di Bangka Kota maupun di Bangka Selatan, yang berhasil memenangkan kontestasi pemilihan kepala desa. Tentu tidaklah mudah bagi perempuan berkiprah di tengah kuatnya kultur patriarki masyarakat pedesaan selama ini.
Berdasarkan rekapitulasi suara dari tiga Tempat Pemungutan Suara (TPS), Sri Hartati tampil sebagai peraih suara terbanyak dan mendominasi di semua TPS dibandingkan kandidat lainnya. Dari hasil penghitungan di TPS, dari total Dftar Pemilih Tetap (DPT) sebanyak 2.887 orang, sebanyak 2.228 warga menggunakan hak pilihnya demi menentukan kursi kepemimpinan Desa Bangka, serta terdapat 53 suara tidak sah. Sri Hartati sendiri memperoleh suara sebanyak 1.013 suara (46,6 persen) dari total suara sah. Sementara calon dari nomor urut 2 (dua); Engga memperoleh suara sebanyak 524 suara (24,1 persen), kemudian calon nomor urut 3 (tiga); Syafe’i meraih 352 suara (16,2 perse), dan calon dari nomor urut 4 (empat); Ari Sanjaya meraih 286 suara (13,1 persen).
Ditemui awak media sesaat setelah selesai rekapitulasi perhitungan suara, Sri menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya atas kepercayaan warga yang telah mempercayainya memegang tampuk kepemimpinan desa.
Sosok Sri Hartati selama ini begitu dikenal dekat dengan warga dan memiliki rekam jejak panjang dalam dunia pendidikan maupun pengabdian sosial. Perjalanan hidupnya telah lama diwarnai dengan dedikasi terhadap dunia pendidikan, demokrasi, dan pemberdayaan masyarakat.
Lulusan Program Master di FISIPOL UGM ini pernah mengabdikan diri sebagai dosen di IAIN Bangka Belitung dan Universitas Bangka Belitung, serta menjadi tenaga pendidik di SMA Negeri 1 Simpang Rimba. Jauh sebelum dikenal sebagai calon kepala desa, ia telah aktif mendidik anak-anak desa melalui kegiatan pendidikan informal dan Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPA), sekaligus memiliki pengalaman sebagai penyelenggara demokrasi di lingkungan Panwaslu Kecamatan Simpang Rimba. Pengalaman yang beragam tersebut telah mempengaruh spirit dedikasinya untuk melayani masyarakat yang tentunya dengan tetap mengedepankan integritas, keterbukaan, pelayanan, dan keberpihakan kepada masyarakat.
Bagi mantan staf pengajar Dosen LB Kampus IAIN, UBB, dan juga Universitas Sriwijaya Palembang ini—keputusannya untuk kembali dan mengabdi di kampung halaman menjadi bukti bahwa baginya, pengabdian di kampung itu merupakan panggilan hati, bukan sekedar ambisi dan pragmatisme politik sesaat. Mengawali masa kepemimpinannya periode 2026–2034, Sri Hartati membawa visi besar menjadikan Desa Bangka Kota sebagai desa yang mandiri, sejahtera, berkeadilan, dan benar-benar melayani dan berpihak kepada kepentingan masyarakat. Ia menyadari bahwa tantangan pembangunan desa ke depan tidak ringan. Kondisi ekonomi nasional yang belum sepenuhnya pulih, keterbatasan fiskal pemerintah, serta berbagai persoalan sosial-ekonomi yang masih dihadapi masyarakat desa menjadi tantangan nyata yang harus dijawab melalui kerja kolektif, inovasi, dan tata kelola pemerintahan yang profesional. Namun, optimisme tetap menjadi fondasi utama kepemimpinannya.
Dengan pengalaman akademik, jejaring yang luas, dan kecintaannya kepada kampung halaman, Sri Hartati percaya bahwa setiap tantangan dapat diubah menjadi peluang apabila seluruh elemen desa bersedia duduk bersama dan saling menguatkan. ‘InsyaAllah selalu ada jalan kemudahan dari Allah SWT, oleh karena itu saya berkomitmen kuat untuk mendedikasikan pengabdian saya untuk masyarakat Bangka Kota. Mari kita tinggalkan seluruh perbedaan yang muncul selama Pilkades, lalu bersama-sama membangun Desa Bangka Kota menjadi desa yang lebih maju, lebih berdaya, lebih adil, dan menjadi rumah yang membanggakan bagi setiap warganya,’ ujar Sri Hartati.
Di hadapan masyarakat usai penetapan hasil penghitungan suara, Sri Hartati menegaskan bahwa kemenangan tersebut bukanlah kemenangan pribadi ataupun kelompok tertentu, melainkan kemenangan seluruh masyarakat Desa Bangka Kota. Ia berkomitmen melanjutkan berbagai capaian pembangunan yang telah dirintis oleh kepala desa terdahulu maupun Penjabat Kepala Desa, sembari memperkuat berbagai sektor yang masih memerlukan perhatian, mulai dari infrastruktur desa, peningkatan kualitas pelayanan publik, pemberdayaan ekonomi masyarakat, penguatan BUMDes, pengembangan pertanian dan perikanan, hingga peningkatan kualitas SDM. Menurutnya, berbagai capaian pembangunan yang telah dirintis oleh kepala desa terdahulu maupun Penjabat Kepala Desa merupakan fondasi yang harus dilanjutkan dan diperkuat. Ia menyadari bahwa tantangan pembangunan desa ke depan tidak ringan. Kondisi ekonomi nasional yang masih penuh tekanan, keterbatasan fiskal pemerintah, hingga berbagai persoalan sosial-ekonomi masyarakat desa membutuhkan kepemimpinan yang mampu membangun kolaborasi, bukan sekadar kompetisi. Dengan semangat kolaborasi, Sri Hartati ingin menghadirkan ruang dialog yang melibatkan seluruh unsur masyarakat tanpa sekat kepentingan, tanpa ego kelompok, dan tanpa rasa gengsi.
Oleh karena itu, Sri Hartati mengajak seluruh tokoh masyarakat, tokoh agama, pemuda, perempuan, aparatur desa, kelompok tani, nelayan, pelaku UMKM, serta seluruh elemen masyarakat untuk duduk bersama merumuskan arah pembangunan desa yang lebih inklusif, berkeadilan, dan berkelanjutan. ‘Tidak ada perubahan besar yang lahir dari kerja sendiri. Desa ini akan maju apabila seluruh kekuatan masyarakat bergerak bersama tanpa sekat, tanpa gengsi, dan dengan semangat saling menguatkan,’ pungkasnya.
Bagi Sri Hartati, menjadi kepala desa bukanlah sebuah prestise atau sekedar berebut amanah dan kekuasaan, melainkan awal dari tanggung jawab moral yang jauh lebih besar. Amanah yang diberikan masyarakat akan dijawab melalui kerja nyata yang terukur, pelayanan publik yang lebih baik, penguatan kapasitas sumber daya manusia desa, optimalisasi potensi pertanian, perikanan, BUMDes, hingga pengembangan ekonomi produktif berbasis potensi lokal. Ia meyakini bahwa Desa Bangka Kota memiliki modal sosial yang kuat untuk berkembang menjadi desa yang mandiri dan berdaya saing apabila seluruh pemangku kepentingan bersedia bergandengan tangan dalam semangat gotong royong.
Dengan rendah hati, Sri Hartati menyampaikan bahwa jalan menuju perubahan tentu tidak akan mudah. Namun ia percaya, setiap ikhtiar yang dilakukan dengan niat tulus untuk kepentingan masyarakat akan selalu menemukan jalan terbaik. ‘InsyaAllah selalu ada jalan kemudahan dari Allah SWT. Mari kita tinggalkan perbedaan pilihan selama Pilkades dan bersama-sama membangun Desa Bangka Kota menjadi kampung yang lebih maju, lebih sejahtera, lebih adil, dan menjadi rumah yang membanggakan bagi seluruh warganya,’ tutup Sri Hartati, menandai dimulainya babak baru kepemimpinan Desa Bangka Kota periode 2026–2034 dengan semangat persatuan, kolaborasi, dan pengabdian.***Red)
