STRATEGI DAN KERJA KERAS HIDAYAT ARSANI: MENATA SUMBER DAYA ALAM BABEL UNTUK KESEJAHTERAAN BERKELANJUTAN

Screenshot_2026-05-23-10-14-49-444_com.instagram.lite-edit

senenknews.com-Sumber daya alam (SDA) adalah kekayaan terbesar dan anugerah utama Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Dari timah, pasir, tanah, hingga kekayaan laut, potensi ini sejatinya modal besar untuk memajukan daerah. Namun selama puluhan tahun, pengelolaannya kerap bermasalah, tumpang tindih izin, kerusakan lingkungan, manfaat yang belum merata, dan pengelolaan yang belum sepenuhnya berpihak pada rakyat.

Di tengah tantangan berat itulah, Gubernur Hidayat Arsani hadir dengan gagasan besar, strategi matang, dan kerja keras tanpa kenal lelah untuk mengubah wajah pengelolaan SDA Babel menjadi lebih tertib, bernilai tinggi, dan memberikan dampak nyata bagi seluruh masyarakat.

Bagi Hidayat Arsani, prinsip dasarnya sangat jelas, SDA Babel adalah milik rakyat Babel, dan harus dikelola agar manfaatnya dirasakan generasi sekarang maupun mendatang. Ia sadar betul, mengelola kekayaan alam bukan sekadar mengambil dan mengeruk, melainkan menata, menjaga, dan memastikan setiap butir kekayaan itu kembali berlipat ganda menjadi pembangunan, lapangan kerja, dan kesejahteraan.

Langkah pertamanya adalah menertibkan tata kelola dan perizinan yang berantakan. Ia turun langsung memimpin inventarisasi menyeluruh terhadap seluruh izin usaha pertambangan, baik milik BUMN, swasta, maupun tambang rakyat. Ia berani membongkar masalah akar, tumpang tindih wilayah, izin yang tak jelas aturannya, hingga kegiatan yang masuk kawasan lindung atau berpotensi merusak lingkungan. Tak hanya diam di kantor, ia bolak-balik berkoordinasi dengan pemerintah pusat, DPR RI, dan seluruh pemangku kepentingan, berjuang keras agar aturan yang ada selaras dengan kepentingan daerah, dan memastikan tidak ada lagi celah yang merugikan negara maupun masyarakat.

Salah satu bukti kerja keras nyata adalah penataan ulang tambang rakyat yang selama ini berjalan sendiri-sendiri, belum teratur, dan berisiko. Di bawah arahannya, 36 blok tambang rakyat seluas lebih dari 2.300 hektar kini disinkronkan datanya, diatur standar operasionalnya, dan diarahkan agar berjalan sah, aman, dan ramah lingkungan. Bahkan ia berjuang memperluas wilayah legal seluas hampir 15.000 hektare baru, agar masyarakat memiliki akses hukum yang jelas dan tidak lagi terjebak kegiatan ilegal yang merugikan diri sendiri maupun lingkungan. “Tambang harus tertata, rakyat harus sejahtera, lingkungan harus terjaga,” begitu pesan tegas yang selalu ia tekankan di setiap pertemuan.

Hidayat Arsani juga berpikir jauh ke depan. Ia paham kekayaan alam takkan abadi, sehingga strateginya bukan hanya mengeruk, tapi juga mengolah dan menambah nilai. Ia terus mendorong agar hasil tambang dan produk alam Babel tidak lagi dijual mentah, tetapi diolah di tempat, membuka industri pengolahan, menciptakan lapangan kerja, dan menaikkan harga jual produk daerah. Ia juga sangat ketat menuntut kewajiban pemulihan lingkungan. Baginya, setiap pengambilan sumber daya wajib diikuti perbaikan lahan, penanaman kembali, dan pemulihan ekosistem, agar tanah dan laut tetap subur dan bisa dimanfaatkan anak cucu nanti .

Tak kalah penting, ia memastikan hasil pengelolaan SDA mengalir kembali ke rakyat. Dana bagi hasil, pajak, dan pendapatan daerah dari sektor ini dijaga ketat, dihemat pengeluarannya, dan dialihkan langsung untuk membiayai pendidikan, kesehatan, jalan desa, bantuan sosial, dan pemberdayaan ekonomi. Ia membuktikan, kekayaan alam bukan untuk menguntungkan segelintir pihak saja, tapi menjadi sumber kehidupan seluruh warga Babel.

Kerja keras Hidayat Arsani mengelola SAB bukan tanpa hambatan. Berbagai kepentingan, aturan yang rumit, dan tantangan alam selalu ada. Namun dengan ketegasan, ketekunan, dan kecerdasan berpikir, ia terus melangkah. Ia mengubah pola pikir dari yang dulu “mengambil secepatnya” menjadi “mengelola sebaiknya”. Ia membuktikan bahwa dengan pemimpin yang paham, peduli, dan bekerja sungguh-sungguh, kekayaan alam bisa menjadi berkah besar, bukan kutukan.

Kini, arah sudah jelas. Di tangan Hidayat Arsani, Sumber Daya Alam Babel dikelola dengan gagah, teratur, dan penuh tanggung jawab. Ia meletakkan dasar kokoh, kekayaan alam dijaga, lingkungan lestari, dan yang paling utama rakyat Bangka Belitung hidup makmur dari hasil kekayaan tanah airnya sendiri.***Hariyono)