Mewujudkan Ketahanan Pangan Melalui Pertanian yang Berkelanjutan
Ketahanan pangan adalah kondisi terpenuhinya pangan bagi semua orang dan negara setiap saat. Pangan yang dimaksud adalah makanan yang bergizi, aman, bermutu, beragam, terjangkau, dan tidak bertentangan dengan agama, keyakinan, dan budaya masyarakat.
Ketahanan pangan berkelanjutan dapat dicapai dengan menerapkan sistem pertanian berkelanjutan. Berikut beberapa hal yang dapat dilakukan untuk mencapai ketahanan pangan berkelanjutan: Melindungi dan mengembangkan lahan pertanian pangan secara konsisten, Mengelola lahan dengan bijaksana, Menggunakan bahan organik tanah dan pestisida nabati atau hayati, Membangun infrastruktur, Memodernisasi irigasi.
Program ketahanan pangan berkelanjutan adalah upaya untuk memastikan akses pangan yang adil dan merata, serta menjaga keberlanjutan sistem produksi pangan. Program ini melibatkan berbagai pihak, seperti pemerintah, lembaga internasional, dan masyarakat sipil.
Beberapa upaya yang dapat dilakukan untuk mencapai ketahanan pangan berkelanjutan di antaranya:
*Memperkuat sistem pertanian lokal
*Mempromosikan pola konsumsi yang berkelanjutan
*Mengedepankan inovasi dalam teknologi pertanian
*Menggunakan sumber daya alam secara bertanggung jawab
*Melindungi keanekaragaman hayati
*Menjamin distribusi makanan yang adil dan merata Menjaga ketersediaan pangan dengan meningkatkan produktivitas dalam negeri.
*Menerapkan budidaya pertanian yang baik (Good Agricultural Practices)
*Menjaga ketahanan serta keberlangsungan sumber daya alam
Program ketahanan pangan di desa dapat dilakukan dengan cara :
*Mengembangkan pertanian keluarga, pekarangan pangan lestari, hidroponik, atau bioponik.Pengadaan alat produksi pertanian, perkebunan, perhutanan, peternakan dan/atau perikanan
*Pembangunan dan/atau normalisasi jaringan irigasi
*Pembangunan, pengembangan, dan pengelolaan Lumbung Desa
Problematika ketersediaan pangan seperti kelangkaan bahan pokok pangan menjadi persoalan yang sering diperbincangkan. Hal tersebut berkaitan dengan problem atas isu ketahanan pangan di ranah nasional maupun global.
Besarnya potensi sumberdaya pangan lokal dan tingginya keanekaragaman hayati yang tersedia di provinsi kepulauan Bangka Belitung sangat memungkinkan untuk mendukung penyediaan pangan yang beragam dan berkualitas.Hal ini untuk mendukung ketahanan pangan, peningkatan kualitas gizi masyarakat, namun tetap terjangkau oleh masyarakat Bangka Belitung.
Perlu di ketahui bahwa ketahanan pangan dibangun diatas tiga pilar utama, yaitu adanya ketersediaan pangan, akses terhadap pangan dan pemanfaatan pangan.salah satu strategi dalam mencapai ketahanan pangan dengan program pengembangan pangan lokal dengan cara melakukan pengembangan pemanfaatan sumber daya lokal ditujukan untuk peningkatan ketersediaan, mutu dan penganekaragaman pangan
Adapun sasaran yang akan dicapai adalah tergalinya potensi pangan lokal dalam meningkatkan ketersediaan untuk pemenuhan kebutuhan konsumsi pangan yang bermutu, aman, beragam, bergizi, merata dan terjangkau serta tidak bertentangan dengan agama, keyakinan dan budaya masyarakat di tingkat rumah tangga.Sedangkan yang kedua, adalah peningkatan teknologi dan industri pengolahan pangan skala rumah tangga kecil untuk memberdayakan masyarakat dalam meningkatkan nilai tambah bahan pangan lokal melalui pemanfaatan, penguasaan dan penerapan teknologi budaya pengolahan pangan serta mendorong kelembagaan pelayanan dan lembaga swadaya masuarakat untuk mewujudkan insustri pengolahan bahan pangan berskala rumah tangga yang kokoh dan mandiri.Adapun sasaran yang ingin dicapai adalah dengan meningkatkan teknologi pengolahan pangan dan kelembagaan dalam rangka pengembangan bahan pangan lokal menuju desa mandiri pangan berkelanjutan.Berikut ini beberapa langkah yang dapat diambil untuk meningkatkan ketahanan pangan lokal:Meningkatkan produksi pertanian: Dengan menggunakan varietas tanaman yang unggul, menerapkan teknik pertanian yang baik, dan menggunakan pupuk organik. Diversifikasi pangan: Dengan mengembangkan komoditas unggulan desa dan mengolahnya menjadi berbagai produk makanan. Meningkatkan penanganan dan penyimpanan pangan: Dengan mengikuti pedoman pasca panen yang meliputi, pengeringan, pendinginan, pembersihan, penyortiran, penyimpanan, dan pengemasan. Pengembangan teknologi dan industri pengolahan pangan: Dengan meningkatkan teknologi pengolahan pangan dan kelembagaan dalam rangka pengembangan bahan pangan lokal. Pembangunan infrastruktur: Dengan membangun infrastruktur dan modernisasi irigasi. Pemberdayaan penyuluh pertanian: Dengan mengembangkan penyuluh dan kelembagaan penyuluh yang handal. Pemilihan lokasi lumbung desa yang strategis: Dengan memilih lokasi yang mudah diakses oleh warga desa dan terhindar dari risiko bencana**Hry)
